QU MENCINTAIMU...
MENCINTAI KEKURANGAN DAN KELEBIHAN QM...
MENCINTAI QM AP ADA.A...
MENCINTAI QM YG SEPERTI INIH...
AQ SEPERTI D BUTAKAN OLEH MU..
AQ TA DAPAT MELIHAT HAL TERINDAH SELAIN QM..
HANYA SOSOG QM YG SEMPURNA DAN MEMPESONA..
angkuhkah aku??
jika ku sllu membanggakan mu??
ku ingin sllu memelukmu..
merasakan hangat pesonamu..
ku ingin habiskan sisa hidup besamamu..
seumur hidup hnya melihatmu..
hidup mati d pelukanmu..
ku ta meminta apapun slain qm..
brhrap 1 hal..
cerita cinta qta yg tanpa akhir!
JAUHKAN DARI KEHILANGAN.A !
Selengkapnya...
kamu pengunjung yg keberapa??
Rabu, 22 Juli 2009
SUNGGUH MENCINTAINYA^^
Selasa, 21 Juli 2009
AKU?? SOSOK ABADI !
aku ada untuk tak ada..
aku ada bukan untuk selamanyah..
sekrang, bisug, or entah kapan, aku pastikan bahwa aku hanya sbuah kisah dan tinggal kenangan !
hidup ku memang utk kalian..
utk d kenal, utk d sayang, dan utk di kenang !!
abadikan aku dalam hidub !!
abadikan aku dalam pikiran !!
abadikan aku dalam hati !!
aku ada memang bukan utk selamanya..
dan abadiku bukan seperti sosok yg slalu terlihat..
abadiku hanya sebuah arti yg ada di hati..
tetapkanku dalam hatimu, hati dia, hati kalian !!
biarkan bayangku selalu hidup dalam hati kalian !
so okeh aah lu yay ! ckckck
Selengkapnya...
BERSAMANYA!
slalu menantimu keajaiban..
abadikan keindahnya... sucikan kasih.a... sempurnakan harapan.a... tuk tetap besamaku dalam ikatan cinta...
menuntun hati.. meraih impian... melawan semua rintang.. meluruskan semua arah...
kalahkan ego... lengkapi perbedaan... demi satu tujuan..
qta bersama dalam bahagia^.^
Selengkapnya...
LUW KETEMU K.MARIAquh??
senaaaaaang..? terhaaaruuuu..?
autis dadakan, ayan dadakan, asma dadakan, jantung berhenti berdetak sejenak *jgn lama2, tar mampush asli*:-D setengah gila, lupa utang, lupa ttangga, lupa umur, lupa jenis kela 'tiiiiittt' (sensor) haha
pingsan?
tp jgn lma2, kasian k.maria panik, cemas, kwtir, sdih n sjnis.a! B-)
mu peluk eraaaat,, gg d lpas 7hr 8mlm..
(w yqn luw k.maria bc, dy brdo.a siang mlm, byar seumur hdp gg prnh ktmu gue) haha
jgn gt ea kakaaaa... ;-)
utk saat ni msh ngayal plus mimpi ajh ktmu dy,, jln ma dy, tdr brg dy.. *ngeekk ngayal.a msh wajar???*
semoga secepat.a k.maria bsa mewujudkan mmpi indah.a buat ktmu gue? *prasaan ada yg gg pas*hihi
gue gg ska ma org lebey, pdhl gue lebey, haha
gue luw ma k.maria tuh emg lebey, gg pp aaah.. :-D
Selengkapnya...
Sabtu, 23 Mei 2009
Biografi dan Prestasi.


Biografi dan Prestasi.
Nama: Maria Kristin Yulianti.
Lahir: Tuban, 25 Juni 1985.
Tinggi, berat badan: 167 cm, 53 kg
Klub: Djarum Kudus.
Pelatnas: 2002.
Pelatih: Ivanna Lie, Hendrawan, Marleve Mainaky.
Prestasi:
- Perseorangan:
1. 2002: Malaysia Satellite (semifinal)
2. 2003: Singapore Satellite (perempat final)
3. 2004: Vietnam Satellite (semifinal); Malaysia Satellite (juara)
4. 2005: Jakarta Satellite (juara); GP Selandia Baru Terbuka (semifinal); Surabaya Satellite (juara); Indonesia
Terbuka (perempat final); GP Taiwan Terbuka (perempat final).
5. 2006: Singapura Satellite (juara); Surabaya Satellite (juara), GP Luk¬semburg Terbuka (peringkat 11); GP
Belanda Terbuka (perempat final).
6. 2007: Indonesia Terbuka (perempat final); GP Taiwan Terbuka (perempat final).
7. 2008: GP Jerman Terbuka (perempat final); Indonesia Terbuka (peringkat 11)
Beregu:
1. 2003: Piala Sudirman (semifinal)
2. 2004: Piala Uber (penyisihan grup)
3. 2007: Piala Sudirman (final)
Maria Kristin Yulianti baru berusia 7 tahun sewaktu Susi Susanti mencatatkan diri dalam sejarah olimpiade Barcelona 1992. Susi menjadi atlet bulu tangkis pertama di dunia yang merebut emas olimpiade sekaligus meraih emas olimpiade pertama bagi Indonesia.
Oleh J WASKITA UTAMA
“Saya tahu Ci Susi dapat emas, tetapi tidak terlalu peduli. Waktu itu saya ti¬dak suka bulu tangkis" ujar Ma¬ria.
Tak pernah terbayang jika 16 tahun kemudian dia naik ke podium olimpiade dan menyaksikan benders Merah Putih dikibarkan di cabang yang dulu tidak disukainya itu. Dia memang belum seperti Susi yang berdiri di tengah, Ma¬ria berdiri di tepi dengan perolehan sebuah perunggu. Namun, hasil itu jauh melampaui perkiraan semua pihak, bahkan dirinya sendiri.Semua ini bermula di Tuban, sebuah kabupaten di pantai utara Jawa Timur. Dorongan kuat dari ayahnya, Yuli Purnomo membuat Maria kecil mulai ber¬latih bulutangkis dalam usia enam tahun. Bulu tangkis adalah olahraga kegemaran sang ayah, seorang petugas penyuluh pertanian lapangan yang juga me¬latih bulutangkis untuk anak-anak. "Sebenarnya saya tak suka bulu tangkis, lebih senang melihat bola voli tapi Bapak mendorong saya untuk main bulu tangkis" ujar Maria.
Maria ditolak masuk klub Djarum Kudus pada usia 10 ta¬hun karena badannya terlalu kecil. la meneruskan latihannya di klub JPNN Jember. Dia men¬coba lagi masuk Djarum Kudus dan diterima tahun 1998. Di klub ini, kecintaannya pada bulu tangkis mulai tumbuh.
"Saya masuk sekolah siang, pagi selalu berlatih dan ikut ke¬juaraan taruna. Lama-lama saya mulai senang dan berniat serius di bulutangkis daripada latihan dan sekolah berantakan dua-duanya" tutur Maria.
Karier Maria berlanjut hingga dia dipanggil masuk Pelatnas Cipayung tahun 2002. Belum lagi berusia 18 tahun, Maria sudah memperkuat tim Piala Sudirman Indonesia pada tahun 2003. Setelah itu Maria berkutat di turnamen level satellite, dengan ge¬lar internasional pertama direbutnya di Malaysia Satellite 2004.
Kegagalan tim Piala Uber pa¬da kualifikasi Piala Uber di Jai¬pur, India, Februari 2006, sem¬pat mengancam posisi Maria di pelatnas. PBSI pun mencanang¬kan program bersih-bersih dan memberi ultimatum kepada pa-rs pemain putri untuk tampil lebih balk atau keluar dari pelatnas. Maria menyambut tantangan ini dengan dua gelar juara tur¬namen satellite di Singapura dan Surabaya serta hasil terbaik di Banding pemain putri lainnya pada tur Eropa tiga Negara (Luksemburg, Denmark, dan Belanda).
Posisinya sebagai pemain nomor 1 tak tergeser meski di turnamen level superseries prestasinya belum beranjak dari 8 besar. Keadaan berubah setelah ke¬jutan tim Piala Uber Indonesia pada putaran final di Istora Se¬nayan, Jakarta, Mei lalu. Dengan Maria sebagai tunggal pertama, Indonesia di luar dugaan lolos ke final sebelum menyerah dari juara bertahan, China. Sukses ini membangkitkan kepercaya¬ an diri pada Maria.Bermodal inilah Maria mena¬tap Olimpiade 2008 dengan le¬bih percaya diri. Mengalahkan Schenk pada babak pertama, Maria semakin yakin setelah menang atas Rasmussen di 16 besar. "Awalnya saya pikir akan kalah dari Tine. Ternyata dia bi¬sa dilewati, jadi saya semakin yakin" ujarnya. Kejutan terbesar Maria dibuatnya pada perebutan tempat ketiga dengan menundukkan Lu Lan, sang harapan masa depan China. Maria pun mengembalikan reputasi tung¬gal putri Indonesia yang menunggu 12 tahun untuk kembali meraih medali dari olimpiade.
Seperti kacang tak lupa akan kulitnya, Maria mempersembahkan medali perunggu ini bagi Hendrawan, mantan pelatih tunggal putri dan Marleve Mai¬naky pelatihnya sekarang.
"Keduanya tetap mendukung saya saat mau dikeluarkan dari pe¬latnas. Ko Hendrawan juga yang bercita-cita tunggal putri Indo¬nesia tampil di Olimpiade Bei¬jing setelah gagal lolos ke Olimpiade Athena 2004," ujarnya.
Maria berterima kasih kepada Hendrawan yang tak hanya menjadi pelatih tetapi juga bisa menjadi teman bicara.
"Kami bisa ngobrol hal lain juga. Latihan tetap berat tetapi suasananya rileks dan masih bi¬sa bercanda. Ko Hendrawan tahbu kondisi kami sehingga kami tahu apa yang harus dilakukan di lapangan" ujarnya.
Dengan berjalannya waktu, Maria juga mulai menemukan polo permainannya sendiri. Senjata andalannya, yakni pukulan silang menukik dekat net yang kerap dikeluarkan setelah menguras tenaga lawan dengan bermain reli dan menempatkan bola ke sudut-sudut lapangan.
Uniknya, kemenangan Maria hampir selalu terjadi dalam tiga game, setelah kalah di game pertama. Petugas media Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) sampai menjulukinya the queen of three games.
"Bukannya enggak mau menang lebih cepat, tetapi memang mainnya seperti itu. Di game pertama saya jarang langsung bisa in dengan permainan. Saya selalu memulai dengan lob, baue menyerang belakangan jika saatnya tepat, tak bisa seperti Fir¬da (Adrianti Firdasari, rekannya di pelatnas) yang langsung menyerang," ujar penggemar komik Conan dan novel teenlit ini.
Maria siap memenuhi harapan Indonesia untuk berprestasi lebih baik. "Saya tetap santai dan menikmati permainan. Tetapi saya sadar ada tanggung jawab, ada harapan dari orang lain untuk terus berprestasi. Sa¬ya harus lebih dewasa. Saya merasa sudah banyak kemajuan meski belum terlalu stabil," ujarnya.
la juga berharap keberhasilannya memicu pemain putri lain untuk berprestasi. Dia juga ingin tunggal putri di Indonesia tak lagi dipandang sebelah mata atau dianaktirikan pembinaannya.
"Pemain China bisa dikalahkan, saya sudah membuktikan. Mereka memang bagus tetapi kelasnya enggak jauh banget. Pemain putri Indonesia jangan dipandang sebelah mata. Rekan-rekan juga pasti bisa, asal diberi kesempatan bertanding lebih banyak lagi," ujarnya.
Selengkapnya...
Maria Kristin Menatap Olimpiade 2012

Maria Kristin Yulianti tidak menyangka akan disambut dengan sangat dan meriah ketika tiba di Tanah Air pada Selasa (19/8). Sama halnya dengan perkiraan banyak orang yang tidak menyangka Maria berhasil mempersembahkan keping medali perunggu.
Maria Kristin Yulianti tidak menyangka akan disambut dengan sangat dan meriah ketika tiba di Tanah Air pada Selasa (19/8). Sama halnya dengan perkiraan banyak orang yang tidak menyangka Maria berhasil mempersembahkan keping medali perunggu.
“Selain merasa senang dan bangga, saya juga tidak menyangka bi¬sa sampai sejauh ini di Olimpiade. Tapi, semenjak awal saya memang sudah memiliki mimpi untuk merebut medali di Olimpiade,” kata Maria Kristin.
Gadis kelahiran Tuban ini menambahkan bahwa ketika bertanding dan sempat ketinggalan dari lawan, hal yang paling memotivasinya adalah pemikiran bahwa kesempatan tidak datang dua kali. Jadi kesempatan untuk berlaga di Olimpiade harus dipergunakan sebaik-baiknya.
“Maria memang menun¬jukkan kemajuan yang cukup baik pada beberapa turnamen sebelumnya sehingga di Olimpiade penampilannya semakin baik,” ujar Christian Hadinata, pelatih kepala.
Harapan akan munculnya seorang Susy Susanti yang baru kini mengembang.Pem¬bawaan Maria yang tenang mirip dengan legenda bulutangkis Indonesia itu.
Namun, cedera lutut yang pernah dialami Maria diharapkan tidak akan mengganggu prestasi gadis berusia 23 tahun itu di masa depan. “Indonesia masih bisa berharap pada Maria sampai Olimpiade 2012 jika dia mampu terus menjaga konsistensi permainan dan menunjukkan kemajuan. Dia juga harus bisa menjaga diri karena sebelumnya pernah mengalami cedera,” kata Christian.
Selengkapnya...
Minggu, 17 Mei 2009
apa pula inih? halah. teu ngartos. haha
tp thx wad neng geulis el, hehehe..
Rules:
1. Put the logo in one of your posts
2. Put the link of the blog who has given you this award
3. Give this award to those 10 people who are friendly and inspiring, put their blogs’ links as well
4. Tell them you’ve given this award by leaving a message on their blogs
Selengkapnya...
